#4 - OTW Dikasih Judul
Cukup
lama saya tertidur dalam balutan mimpi buruk, berminggu-minggu, berbulan-bulan,
bertahun-tahun, berabad-abad.
Hari
ini saya coba bangun dalam duduk yang masih sedikit lunglai. Menertawakan hari-hari
saya sebelumnya yang terasa selucu ini. Barangkali saya adalah salah satu orang
yang tersesat dalam menentukan jalan hidup. Salah satu orang yang terjebak
dalam pilihan yang tidak pernah benar-benar sempurna. Barangkali sekali lagi, seribu
ambisi yang saya bawa tetap tidak dapat memenuhi angka kecukupan. Saya adalah
sosok yang pernah sangat merasa gagal sejauh kepala saya yang sudah menjadi
dua.
Untuk
menjadi usai dari mimpi buruk saya tidaklah mudah. Ada malas yang harus saya
singkirkan, ada benci yang harus saya terima, ada sesal yang harus saya jalani,
setelahnya. Ini bukan perkara yang semudah itu dapat saya bangun, tentu saja. Namun,
kembali lagi, barangkali, saya disini adalah salah satu dari sekian juta
manusia yang telah sia-sia.
Entah
kali keberapa saya harus mengeluh. Bukan keharusan, hal tersebut sudah menjadi
rasa yang biasa saya melakukannya. Apa yang menjadi kebutuhan saya saat ini
sudah menjadi keharusan yang harus siap saya hadapi sendiri. Ada peluh yang
membanjiri organ tubuh terdalam saya dan rasanya tidak main-main.
Saya
hidup diatas bumi yang selalu berputar. Jika saya memilih untuk diam dan tidak
bergerak, saya akan jatuh dan terinjak pelarian manusia lain. Hal itu yang
selama ini tidak dapat saya terima karena keterbatasan hati saya yang selalu
merasa sempit.
Pagi
ini saya terpaksa bangun dan siap melewati kemungkinan-kemungkinan lain dalam
bumi yang sudah pasti segalanya akan terasa serba salah. Karena untuk bermimpi buruk lagi, saya enggan.
Ciputat,
30 Januari,
ketika saya bisa bangun dan melihat matahari sepagi ini.
ketika saya bisa bangun dan melihat matahari sepagi ini.
Komentar
Posting Komentar